Tampilkan postingan dengan label Serius nih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serius nih. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

Pacar Saya ... Romantis :)

Pacar saya memang bukan orang yang romantis yang bisa nyanyi atau mendadak ngasih bunga :D

Pernah sih sekali waktu dia niat ngasih surprice kado boneka beruang, tapi sudah keduluan saya tau bakal dikasih kado. Jadi yaaa nggak surprice lagi :D

Nah tapi, dia sebenarnya orang yang paling romantis didunia.

Pernah sekali waktu saat panas terik, dia tutupi badan saya dari sinar matahari. Iya, dilindungi sama badannya yang besar dan perutnya yang buncit itu :D

Ada pas KKN dimana saat itu kami ditempatkan di desa yang jaraknya sekitar 150km dari penempatan masing-masing, dia niat mau datengin tapi nggak jadi karena mendadak ada kerjaan dari dosen lapangannya. Nelpon dan bilang maaf, tadinya mau surprice muncul di depan pintu posko saya, tapi nggak jadi. Apaya, dia bilang punya niat mau datengin aja rasanya sudah terharu. Pake motor demi datengin sejam-dua jam aja menempuh jarak 150km itu rasanya niat banget :)

Adalagi nih, nggak diminta aja dia sudah tau saya maunya apa, jem ngemil apa, hobi belanja baju dimana, nyemil yang saya suka dimana. Tanpa diminta pasti nemeni makan, nganterin kesini kesana. Dan dia nggak ngomel :)

Dia pasangin helm, ngelusin pipi, bales ngejek setiap diejek. 

Satu lagi nih.

Tadi siang pas makan bareng nyeletuk gini, 
"Habis dapat gelar S.Farm (1 thn lagi) mau nggak kita nikah? Atau kamu maunya setelah S.Farm., Apt ? Tunggu aku dapat kerja dulu. Kan Nisa jajan baju nya banyak. Kalo kita nikah setelah S.Farm, aku belum punya gajih sendiri. Aku nda mau lihat Nisa hidup susah nggak bisa beli baju."

Ada yang lebih romantis dari kalimat lamaran ini? 
:)

Tunggu selanjutnya ya, mungkin aja ada postingan berupa undangan di blog ini :D

Jumat, 14 Februari 2014

Day 5: Banjarbaru, Kota tercinta!

Tantangan 30 hari alias 30 days Challange.

Day 5: Post a photo (that you took by yourself) from the city you live in and write some explanation about it atau Indonesia -nya Post foto (yg kamu foto sendiri) daerah tempat tinggal kamu dan beri sedikit penjelasan 

Banjarbaru kota idaman
Kotanya indah damai dan nyaman
Masyarakatnya tertib dan sopan
Taat ibadah taqwa dan beriman

Kota ini ramah lingkungan
Tertata rapi dihiasi taman
Lapangan murjani dan perkantoran
Kebanggaan kota pendidikan

Di cempaka menghasilkan intan
Landasan ulin sentra perdagangan
Syamsudin noor bandara kebanggaan
Siap menyambut tamu yang datang


Simpang empat ada bundaran
Menghiasi kota asri dan menawan
Sejauh-jauh mata memandang
Banjarbaru kan selalu dikenang

Nah, yang diatas ini adalah Mars Kota Banjarbaru. Dari liriknya memang benar-benar mencerminkan Banjarbaru, lah. Mau dengar saya menanyi? Saya bangga dengan Mars kota saya ini. :) Yuk cerita-cerita apa saja yang saya banggakan dari Kota ini.


Banjarbaru, Kota Idaman.

Bundaran
Saya lahir, besar, bersekolah, dan kuliah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dan saking cintanya dengan kota ini, niatnya sih mau tetap tinggal dan menua di kota ini.

Apa saja sih yang bisa dibanggakan dari kota Idaman ini? Baca terus yuk postingan ini.

Rabu, 22 Januari 2014

Ayam dan Sapi

"Kenapa sih?" tanya seorang kaya kepada pelayannya,"orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya kepada yayasan sosial dan panti asuhan!"
"Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.

Sapi begitu populer, sedangkan ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam. Kata ayam kepada sapi, "Mereka mengira kamu murah hati karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi, bagaimana dengan aku? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu?"

Jumat, 17 Januari 2014

Your Plans And The Universe Plans For You

Photo: :) Bisa dilewati. 
Syaratnya? Kalau sudah jenuh dan hampir menyerah, ingat lagi alasan kenapa dulu mau memulainya.
Melihat sekilas gambar diatas mungkin sudah terlintas apa inti dari postingan ini.
Ya, kadang apa yang sudah anda rencanakan tidak semudah yang  terjadi di lapangan.
Saat memulai sesuatu, setiap orang pasti sudah merencanakan, memperkirakan, menduga-duga apa yang akan terjadi di tengah pelaksanaannya. Yakin semua sudah teratasi, dan mari jalan!!
Tapi rencana, perkiraan, dan dugaan di awal hanya secuil masalah yang akan dihadapi.
Ditengah jalan dapat saja menemukan banyak masalah yang luar biasa diluar dugaan.


Anggap saja gambar itu menceritakan anda yang sedang berada di garis start suatu lomba sepeda.
Gimana cara mencapai garis finishnya? Gimana caranya bersepeda melewati jurang, batu besar, jembatan bergoyang, laut, badai, dan tebing seperti pada di gambar? Apa sanggup mencapai bendera finish hanya dengan menggenjot pedal sepeda?


Bisa. 
Syaratnya: yakin, fokus dan semangat.


Bila hendak berhenti ditengah jalan karena terlalu capek, boleh. Berhenti sebentar dan menoleh kebelakang. Lihat sudah sampai mana perjalanan anda. Sudah melewati apa saja. Dan tanyakan pada diri sendiri, "Anda rela menyerah setelah anda sudah ditengah jalan? Sia-sialah pengorbanan selama ini".
Jadikan motovasi untuk sampai ke akhir dan rasakan bangganya. 


Bila dijalur selanjutnya anda sudah merasa terengah menginjak pedal sepeanya, berhenti lah lagi. Beri waktu bernafas dan duduklah dulu dibawah pohon rindang.
Toh anda bukan kelinci yang kalah balapan lari oleh kura-kura karena tidak sengaja tertidur di bawah pohon besar dan si kura-kura menyalip -- seperti di cerita dongeng Ibu kita masa kecil-- :) 
Istirahat sebentar, tarik nafas, dan pikirkan kenapa anda bisa sampai disini, apa alasan dulu memulainya, bagaimana rasa menggebu-gebu saat niat memulai perjalanan?
Dan... lagi... Jadikan motovasi untuk sampai ke akhir dan rasakan bangganya.


Atau cambuk yang bisa saya ucapkan:
Bila anda ingin berhenti ditengah jalan, tanyakan diri anda "Anda memulai perjuangan dari garis start dengan tepuk tangan banyak penonton yang menginginkan anda mencapai garis finish. Nah, kalau anda berhenti dan menyerah sebelum finish, apa tidak malu dengan mereka yang sudah menyemangati dan berharap banyak dari setiap genjotan sepeda anda?"
Maka, jadilah pemenang dan dapatkan bendera di garis finish.
Dalam suatu pertandingan, berharaplah untuk mendapat 2x tepukan tangan: tepuk tangan penyemangat di awal garis start; dan tepuk tangan memberi selamat dan kebanggaan di garis finish.
Dan... lagi.. lagi.. Jadikan motovasi untuk sampai ke akhir dan rasakan bangganya.

 
Nah, ayo genjot sepedanya.
Jangan cuma diam di sini.  Apapun yang akan anda hadapi diperjalanan, sempatkanlah istirahat dan menikmati sekitar.
Ingat, bukan hasil akhir yang  dituju, tapi pengalaman dan perjalanan yang bisa dibanggakan, diceritakan, dan dikenang.


Selamat beresepeda!! :)

Sabtu, 28 Desember 2013

Lebih Baik (?)

Lebih baik jadi orang yang paling akhir dicari, tapi pasti ada.
Lebih baik duduk diam dengan muka sumingah, daripada jadi orang yang berjalan disamping tapi dengan pandangan menuntut.

Selasa, 17 Desember 2013

Satu Peti Rasa Ikhlas

Pernah mencoba melakukan sesuatu cuma karena merasa bertanggung jawab padahal hal itu di luar dari keinginan?

Saya pernah :DDD
Rasanya berat, ya?

Mau melakukan hal A, tapi orang-orang memaksakan hal B.
Merasa bertanggung jawab, padahal sulit dikerjakan.

Kalau saya  egois, saya akan mundur dari awal. Mengaku kalau sejujurnya saya nggak sanggup.
Biarkan orang-orang yang memaksa tetap bicara apa.
Bukan karena saya nggak mau mencoba menyelesaikan, tapi pekerjaan yang dipaksakan juga akan susah diselesaikan.


Boleh cerita?
Saya punya banyak kucing peliharaan. 
Kalau satu diantaranya sakit, tuannya ini (baca: saya :D ) bangun setiap 2 atau 3 jam sekali diantara seluruh jam tidur malam. Untuk apa? Demi memastikan kucing saya masih hidup, memaksa untuk di beri air minum, dan pasokan bubur makanan. Caranya? Di cekokin sedikit demi sedikit pakai jarum suntik 1 ml yang ujungnya tumpul itu lohhh.
Ini serius :)

Jujurnya, saya juga nggak mau seperti itu :D
lah, saya kan mahasiswa yang perlu tidur malam. Bangun-bangun setiap beberapa jam membuat ngantuk dikelas kuliah. Kan?
Tapi satu sisi, dengan alasan: sayang dengan si Kucing, maka saya merasa bertanggung jawab. Kalau bukan saya yang seperti ini, siapa lagi? Hayo?

Maka, saat saya memaksakan diri untuk jadi "perawat" mereka, satu sisi saya merasa sangat terpaksa. tapi sisi lain, ada rasa tangung jawab untuk menyelesaikannya sampai sembuh.

Kegiatan ini memang susah. Perlu pengorbanan. Perlu hati yang lapang.
Tapi begitu sampai di garis finish, melihat si kucing bisa sehat lagi, gemuk lagi, maka ada perasaan sesak. Kayak hati yang menggelembung sebesar gajah :D
Saking senangnya!

Jadi sebenarnya, saat dipaksa melakukan sesuatu, yang kamu memang cinta, lakukanlah. Walaupun terpaksa, tapi ditengah jalan nikmati semuanya. Selesai atau nggak, pasti ada pelajaran dan pengalaman yang bisa di ambil.

Tapi, kalau dari awal memang merasa kosong, menyerahlah. Ada jalan yang perlu lebih banyak "perasaan ikhlas", daripada sekedar satu peti harta berisi "perasaan tanggung jawab".

Halloween Time?

Dekorasi tema Halloween?

Menantang kayaknya :D

Bikin banyak lampion labu seperti ini...

Dan sisi horror seperti ini...
 

Dimana pengunjungnya diberi dress-code "halloween", dengan banyak games yang bertema seram.

atau sisi cantik-rapi seperti ini...
 



Jadi kangen dekor kelas di PKS (pekan Kreativitas Sekolah) jaman SMA -_-

Rabu, 27 November 2013

Onde-Onde

Kepikiran juga, kenapa alamat blog ini chaondeonde ya?

Blog ini dibuat sekitar tahun 2009, di mana merupakan jaman yang labil dan alay masih dianggap sebagai hal yang gaul :D
Pernah alay juga kan anda? Pasti pernah! Pasti :p

Dulu, onde-onde diambil cuma karena saya punya pipi yang berjerawat. Masih jaman SMA mungkin masih belum paham perlukah suatu nama dilengkapi dengan filosofi :)

Ternyata setelah semakin medewasa, agak menyesal juga memilih alamat blog se'kekanak-kanakkan' ini.

Tapi, setelah dipikirkan baik-baik, memberi blog ini nama "onde-onde" bukan hal yang kekanak-kanakan.
Iya, onde-onde itu makanan ringan jajanan pasar, dengan bentuk bulat sebesar telapak tangan beserta taburan biji wijen dan diisi kacang hijau.

Senin, 04 November 2013

Pilih angka 1-10

Bukan cuma instagram yang punya hastag #latepost
Postingan ini juga merupakan #latepost yang rasanya harus dibagikan dan sayang kalau dipendam sendirian.

Beberapa bulan yang lalu, cukup kaget karena mendadak ditunjuk sebagai Koordinator Divisi di sebuah Organisasi kampus yang sebenarnya lagi rehat selama 1 tahun.

Bingung harus menjabat kayak gimana, sedangkan saya bukan pemimpin yang baik. dan pengalaman organisasi pun masih cetek.

Ini tahun terakhir berkesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar untuk dapat banyak pengalaman.

Minggu, 03 November 2013

Belum Menyelesaikan Dengan Baik

Seharian ini merasa "feelling blue", nggg apa ya? Semacam mellow-drama.

Kenapa? Karena kecewa sama diri sendiri :D
Iya, selama dari jaman SMA sampai beberapa waktu lalu rasanya setiap ada tantangan dekorasi itu dikerjakan dengan maksimal, matang konsepnya, dan cepat kerja di lapangannya.
Tapi untuk tantangan dekor di expo kemarin, memang ada banyak yang kurang, terutama "konsep".

Iya, setiap dekorasi punya nilai tambah di konsep. Misal, konsep dengan tema Rumah sakit (kayak Pekan Kreativitas Sekolah di SMA ku dulu), konsep malam puncaknya Farmasi tema Vintage, atau lainnya yang benar-benar berkonsep.

Tapi yang kali ini, ntah terlalu buntu, sampai nggak ada konsep dekor yang nyantol di otak. Ada, tapi terlalu susah dilaksanakan karena banyak komentar dari sini dan situ.

Pesan aja sih: pelaksanaan memang penting, tapi untuk dekorasi yang sempurna, adanya tema itu sangat membantu biar dekorasi nggak keluar dari garisnya. Percaya deh :)


Daaaaan, untuk semua yang telah saya laksanakan dengan sepenuh hati dan badan, jujur sangat kecewa sama diri sendiri.

Selasa, 22 Oktober 2013

Belajar dari Anak Kecil

Ada survey yang bilang: anak usia 5 tahun kebawah tertawa 300 kali/hari, sedangkan orang dewasa hanya 3 kali/hari atau bahkan tidak sama sekali. 

 

Anak balita, saat belajar berjalan, pasti akan jatuh berkali-kali, sampai lecet-lecet. Tapi akhirnya mencoba terus sampai bisa berjalan.Ngga ada kan anak balita yg ngeluh, terus bilang "Jatuh terus. Nggak usah belajar jalan lagi ya?"
Sedangkan kita yang dewasa? Baru hampir gagal aja sudah menyerah duluan.

Rabu, 04 September 2013

Rokok : how long can you live?

Sekarang agak bingung kalau liat baliho di pinggir jalan yang memajang bangga iklan rokok.
Kalau dilihat-lihat, dengan desain yang sangat bagus, kalimat yang sangat unik, dan gambar yang sangat inspiratif (seriusan, mirip pembatas buku dengan kutipan yang cantik menawan) pasti banyak anak muda yang tertarik dan penasaran kayak apa sih kesan keren saat merokok?

Pernah kepikiran, kenapa sih iklan rokok malah lebih menggiurkan daripada iklan makanan dan minuman ringan?

Pemerintah melalui Permenkes No 28 Tahun 2013 akan membatasi iklan, promosi, dan sponsorsip rokok. Pembatasan iklan akan dilakukan di seluruh media cetak maupun elektronik.

Minggu, 02 Juni 2013

Novel The Deep (Ingo #3)

Sebelumnya saya pernah memposting kutipan menarik dari novel Ingo #2 yang judulnya The Tide Knot. 
Nah, sekarang saya lanjutkan membaca The Deep atau Ingo #3.

Sedikit berbagi cerita -lagi-, di Ingo #3 ini, Sapphire, Conor, dan Faro nekat ke dasar laur  yang sebenarnya manusia dengan darah murni atau kaum Mer (mermaid) dengan darah murni tidak bisa masuk ke dalamnya karena mereka akan mati karena tekanan dasar laut yang kuat.
Tapi, Sapphire di utus oleh seluruh kaum Mer untuk membuat tidur lagi makhluk yang diam di Dasar Laut karena makhluk itu selalu meminta korban kalau dia bangun dari tidurnya. 

Bila di Ingo #1 dan The Tide Knot (Ingo #2) lebih romantis karena ada Faro yang menjaga Sapphire, dan Conor yang naksir Elvira. Begitu membaca Ingo #3, saya jadi tegang sekaligus takut karena bab dimana Sapphire masuk ke dasar laut betul-betul horor. Mungkin salah saya juga membacanya tengah malam, ya -_-

Tapi setelah selesai membaca buku ini, rasanya wow. Kenapa? Silahkan anda baca sendiri novelnya dan rasakan sensasi yang sama :D


Mari kita berbagi kutipan menarik lagi... :D

"Kalau kau tidak bisa menghidupi keluargamu dari hasil tanah yang segembur ini, pasti ada yang salah denganmu", Granny Crany

"Hargailah tanah, penuhi kebutuhannya, dan tanah akan memberimu makan", Granny Crany

Mum selalu berkata orang bersedia melakukan apa saja demi anak-anak mereka. Mereka bahkan bersedia berjalan di atas api. Tapi bagaimana jika justru orang lain yang sanggup melakukan satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan anakmu?

"Mereka memang bernyanyi merdu di Ingo, nak. Tapi jangan sampai suaramu sendiri tidak terdengar", Shaldowr

Kau tahu kadang orang hanya mendengarkan karena ingin memastikan apa yang sudah mereka ketahui.

Dulu hidup terasa ringan; atau setidaknya terasa ringan saat dikenang meskipun sebenarnya tidak juga.

"Kami datang untuk membicarakan masa kini dan masa depan, tidak membuang waktu untuk mengenang masa lalu," ucap Ervys. 
"Menurutmu begitu," jawab Shaldowr. "Tapi masa kini tidak mungkin ada tanpa masa lalu."

Tawanan dapat dibebaskan oleh penjaga penjara. Tapi jika kau menawan dirimu sendiri, siapa yang akan membebaskanmu?

"Apa gunanya marah dan sedih tapi kau tidak mengubah keadaan?", Rainbow

Minggu, 26 Mei 2013

Novel Tide Knot (Ingo #2)

Tide Knot (Indonesia: Simpul Ombak), ditulis oleh Helen Dunmore. Sebenarnya Tide Knot ini bagian ke dua dari tetralogi Ingo.

Banyak pesan luar biasa yang didapat dari buku terjemahan ini. 

Sebelumnya, sekitar tahun 2009 saya sudah membaca buku pertamanya yang berjudul Ingo. Memang wow banget sih. Dan baru-baru ini saya menemukan Tide Knot (Ingo #2) dan The Crossing of Ingo (ingo #4). 

Sebetulnya saya lupa cerita Ingo #1, maka saya akan membahas Ingo #2 alias Tide Knot ini aja ya..

Di Tide Knot, masih tetap peran utamanya Sapphire, Conor, Faro dan Elvira. Bedanya, di Ingo #1, mereka diceritakan masuk untuk pertama kalinya ke dunia Ingo atau mereka menjadi Mer (mermaid). 

Di Tide Knot, ternyata Sapphire diketahui punya separuh jiwa Ingo dan separuh jiwa manusia dari tanah dan udara. Kakaknya, Conor, punya jiwa tanah yang lebih kuat. Jadi disini yang lebih banyak di ceritakan ya petualangan Sapphire. 
Bagaimana petualangan dan perjuangan mereka menyembuhkan simpul ombak yang lepas dan hampir menenggelamkan peradaban manusia, bagaimana arus air bisa menghipnotis mereka, bagaimana kaum Mer hidup...Semuanya menegangkan! :)

Boleh ngoceh sebentar? Tide Knot -sekalilagi- luar biasa!!
Bagi yang belum membacanya, saya sarankan baca dulu dan rasakan sensasinya :)

Di Tide Knot banyak pesan dan sudut pandang selain dari kehidupan manusia. Disini ada sudut pandang paus, sudut pandang lumba-lumba, dan semua kehidupan laut tentang perlakuan manusia.
Disini kita bisa banyak belajar menghargai dunia, bukan cuma "tanah kita", tapi juga "Ingo", kehidupan di bawah laut sana.

Last word, gimana ya kalau saya juga kayak Sapphire yang punya kehidupan di tanah dan di Ingo? Apa saya juga akan lebih betah di Ingo dengan lumba-lumba yang luar biasa dan Faro yang "seandainya jadi manusia betulan", saya pasti jatuh cinta sama Faro :)
Biasa aja. Diam, tapi misterius. Hihihi~

-------------------------------------quote--------------------------------------------

Seperti biasa, banyak quote yang saya dapat. This!

"Kenapa kalian selalu menginginkan lebih dan lebih dan lebih Faro?" | "Justru manusia yang seperti itu, kalian ingin seluruh dunia takluk pada nafsu manusia."


"Di Holland mereka memukul mundur laut dan kaubilang mereka hebat. Di sini laut yang berkuasa dan daratan jatuh dalam gengamannya, dan kau anggap ini mengerikan. Tapi begitulah adanya, Seperti pasang. saat pasang surut kau bisa berjalan dengan aman di tempat yang bisa membuatmu tenggelam enam jam kemudian."


"Ada bagian diri kita yang menyerah pada peristiwa itu. Kita membiarkannya terjadi, sekalipun orang-orang yang kita kasihi mengira kita berusaha melawan."


"Umurku setua lidahku, dan sedikit lebih tua dari gigiku, Sapphire," Granny Carne.


"Aku tidak bisa menjelaskan kekuatan yang mendorong tindakan pria dan wanita dengan cara seperti ini" kata Saldowr tegas. "Seharusnya, sebaiknya, semestinya. Semuanya kata-kata manusia dan dalam bahasa kami kata-kata itu tidak berarti apa-apa. Kita harus menerima apa yang terjadi sekarang, bukan apa yang seharusnya atau semestinya terjadi."


"Tidak ada yang bisa menyembuhkan lukamu kalau kau tidak mau."


"Aku harus membuka mata. Aku tidak boleh menutupnya seperti balita yang sedang bermain petak umpet. Kalau aku tidak bisa melihatmu, maka kau tidak bisa melihatku. Itu pikiran bayi."

Senin, 25 Februari 2013

Praktikum Lapangan Farmakognosi 2


Maaf, cerita ini pakai bahasa non formal, ya. Tapi jangan lihat bahasa nya, tapi lihat apa pesan yang bisa kita dapat di dalamnya :) 

Sabtu, 23 Februari yang lalu, kami mahasiswa Farmasi FMIPA Unlam angkatan 2011 mengadakan praktikum lapangan ke Desa Bramban, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. :D
Tujuan praktikum lapangan kami adalah mengenal kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan tumbuhnya habitat tumbuhan. Selain itu untuk mengambil bahan/sampel untuk penelitian di laboratorium yang dimaksudkan untuk inventarisasi dan identifikasi terhadap kandungan zat berkhasiat yang berperan dalam pengobatan. Dengan memakai seragam PL (Praktikum Lapangan) yang sama, kami sebanyak 79 praktikan dan 3 dosen pengasuh sudah berkumpul di kampus dari pukul 6 pagi.
Orang umum mungkin melihat kami para farmasis cuma berurusan dengan obat dan apotik. Padahal nggak, kok. :D Kami juga mencintai alam, kami menghargai tanaman obat dan obat tradisional yang turun temurun di wariskan pada kami. Saya sendiri orang asli Kalimantan yang sampai sekarang masih sering mendapati lingkungan saya yang menggunakan obat tradisional. cieee :D
Tujuan PL kami-Desa Bramban-tidak terlalu jauh dari pusat kota Tapin. Jalan yang dilalui juga mulus dan tanpa hambatan. Dari Banjarbaru ke lokasi PL hanya ditempuh sekitar 2,5 jam. Awalnya saya pikir untuk sampai ke lokasi harus melewati jurang yang kalau kepeleset sudah langsung masuk jurang. Tapi ternyata nggak kok. :D

Perjalanan...
Desa Bramban termasuk desa yang masih asri dan hijau. Sepanjang jalan menuju lokasi tempat pengambilan sampel masih bisa dilihat hutan-hutan yang rimbun. Tapi beberapa kilometer dari lokasi hutan tersebut kami malah melihat sebuah tambang batu bara yang sangat besar. Dari dalam angkot kami memutari lahan itu, dan cuma bisa teriak woooow, saking besarnya, dan mau nangis lihat pulau kelahiran sudah mulai di rampas keasriannya. :D
Sayang sekali kan? Beberapa kilometer dari hutan yang sangat subur dan belum terjamah malah ada sebuah tambang batu bara besar. Bayangkan, untuk membuka sebuah tambang batu bara sebesar itu mungkin harus membuka lahan hutan sebesar ratusan hektar. Padahal kalau dipikirkan baik-baik, untung yang didapat dari tambang batu bara akan habis suatu waktu, tapi untung yang diberikan hutan kepada manusia bisa tetap terus dimanfaatkan sampai anak cucu kita nanti.

Time to hiking! Wuhuuw!
Lanjut, ya. Sesampainya di lokasi PL, kami turun dari angkot dan belum apa-apa saya sudah lapar. Ups! :|
Kemudian dilakukan pembagian bapak pemandu. Kami, kelompok 5 dan 13 dikenalkan dengan pak Nyoto. Tanpa basa-basi, langsung bawa peralatan dan lainnya.
Terus ya? Terus, untuk sampai ke hutan itu kami harus menggulingkan diri. Dan pas saya baru mau sampai di tanah hutan, itu pak Nyoto sudah ada puluhan kilometer di depan saya. Bapaknya lincah betul! Padahal usia beliau mungkin sudah 70-80 tahun. :)
Belum juga kami mengambil tanaman yang beliau rekomendasikan, bapaknya sudah sampai ke ujung yang sana lagi. Padahal untuk jalan aja harus dengan badan yang miring 70 derajat. Bayangkan, kaki kanan harus menjejak ke atas, dan kak kiri harus menjejak ke bawah dengan tangan yang megang kayu penyangga. Kebayang nggak tuh? Semacam film 5 cm tapi betulan terjal! -_-
Hutannya itu yang betulan hutan *mikir: emang ada hutan-hutanan?!*
Untuk masuk lebih dalam harus dengan menebas kanan dan kiri. Banyaaaaak banget tanaman obat yang didapat. Ada temulawak, temugiring, kunyit, dan lainnya. Bahkan kami menemukan tanaman yang jarang kita tahu tapi ternyata berkhasiat obat, misalnya temu poh, eukaliptus, mindi, dan lainnya.

Menurut waraga setempat, batang dan akar temu poh bisa digunakan untuk pereda demam, rimpang temulawak sebagai penambah nafsu makan, rebusan daun salam sebagai antihipertensi, tumbukan akar dan batang puyang hutan sebagai pereda demam, dan banyak tanaman lainnya yang dipercaya secara empiris untuk pengobatan warga setempat. :)

Sepanjang jalan nyebut Subhanallah, bumi Kalimantan luar biasa. :)
 
gunungan sampah
Setelah dapat 4 karung tumbuhan, kami yang mulai panas-dingin-kecapean-kepanasan-ngebut-ngejar-menggelinding mengiri langkah pak Nyoto yang lincahnya mengalahkan anak usia 5 tahun. Kami merengek minta pulang, dan ternyata kami harus menaiki gunungan sampah setinggi 3 meter untuk sampai ke jalan setapak. Akhirnya dengan susah payah dan hampir nangis, kami (terutama saya) akhirnya bisa naik *bangga dikit ya, saya menginjak popok bayiiiii*

Sayang ya, hutan yang luar biasa malah dijadikan semacam Tempat Pembuangan Akhir bagi sampah penduduk :(
Makasih Pak Nyoto :)
Sampai di daratan, eh, di jalan setapak, kami akhirnya balik ke pos jaga dan melaporkan tumbuhan yang kami dapat. Ada beberapa tumbuhan yang kami dapat yang ternyata sama dengan kelompok lain. Akhirnya para lelaki yang belum kehabisan semangat balik ke hutan untuk mengambil beberapa tumbuhan lain. You’re rock, guys! \m/


Membuat Herbarium
 Setelah menyortir dan membersihkan tumbuhan, kami membuat herbarium kering dan herbarium basah. Herbarium kering dibuat dengan mengambil bagian perwakilan setiap tumbuhan untuk ditempelkan ke koran kemudian di beri formalin. Setelah semua tumbuhan siap, kemudian diselipkan ke dalam kardus dan di simpan dalam sasak. Herbarium basah dilakukan dengan cara yang sama seperti herbarium kering, bedanya bagian tumbuhan langsung dimasukkan kedalam botol berisi formalin.

Pulang yuk, pulang…
Setelah kegiatan selesai, kami bersiap pulang kembali ke Banjarbaru. Capek memang, tapi menyenangkan. Dan rasanya kecanduan masuk hutan! :B


Pesan dari hutan
Kalau hutan bisa ngomong, mungkin mereka akan bilang:
Kami (baca:hutan) sudah member segalanya buat manusia. Sudah memberi oksigen, kenaungan, tumbuhan obat, dan segala macam yang manusia perlukan. Pantaskah manusia menggunduli kami untuk mengeruk sumber kekayaan di bawah kulit kami?


Pesan dari saya
Ayo kita jaga hutan kita! Ayo kembali ke warisan nenek moyang kita! Ayo banggakan Indonesia dengan kekayaan obat tradisionalnya. :)


Yang baca postingan ini, harus kasih reaksi, atau tinggalkan komentarnya! :D